Kerja Keras Klinsmann Terbayar

Kerja Keras Klinsmann Terbayar

Kerja Keras Klinsmann Terbayar

Karena kebanggaannya terhadap prestasi yang ditorehkan membuat Amerika Serikat memperpanjang masa jabatan sang pelatih. Jurgen Klinsmann tetap menangani tim nasional Amerika Serikat untuk periode empat tahun ke depan, usai menyepakati pembicaraan kontrak baru. Federasi Sepakbola Amerika Serikat mengumumkan proses tersebut melalui situs resmi mereka pada akhir pekan ini, dan sekaligus menambahkan bahwa pria asal Jerman itu tetap menangani Amerika Serikat hingga 2018 dan juga ditunjuk dengan jabatan sebagai direktur teknik. Klinsmann – yang merupakan mantan punggawa Inter Milan dan striker Tottenham Hotspur – mengambil alih jabatan di tim nasional Amerika Serikat pada 2011, setelah sebelumnya sempat membesut Bayern Muenchen dan tim nasional Jerman dan ia dipilih untuk menggantikan pelatih Bob Bradley.

Sang pelatih juga memiliki pengalaman saat tampil di Piala Dunia 1990 dan memberikan gelar juara kepada negaranya dan kemudian prestasi sebagai pelatih menghantarkan Jerman sebagai juara ketiga pada perhelatan Piala Dunia 2006 di kampung sendiri, dan ia memilih untuk pindah ke kawasan California dan membeli sebuah tempat tinggal di kawasan Orange Country. Sejak mengambil alih negara ‘Paman Sam’ Klinsmann sudah memberikan gelar Piala Emas dan juga menghantarkan mereka menempati posisi pertama di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona CONCACAF lalu.

“Salah satu alasan utama kami untuk menyewa Jurgen sebagai pelatih kepala kami karena ingin melanjutkan program ke depannya dan kami melihat sebuah babak awal yang terjadi di atas dan di luar lapangan dan dari segala aspek,” ungkap presiden Federasi Sepakbola Amerika Serikat, Sunil Gulati. “Dalam dua tahun terakhir ia mampu membangun sebuah fondasi yang kuat untuk tim nasional senior dan juga tim yunior dan kami ingin melanjutkan hal serupa agar membangun sebuah kesuksesan di masa mendatang.” Klinsmann akan mengawali pertandingan sengit di pentas Piala Dunia 2014 mendatang dengan menghadapi Ghana di laga perdana, meski di Grup G juga terdapat tim tangguh dari benua Eropa, Portugal dan Jerman, salah satu negara yang diperjuangkannya hingga semi-final pada Piala Dunia 2006.

Tentu tugas yang sulit menanti Klinsmann selama perhelatan Piala Dunia mendatang, selain menghadapi negara-negara yang lebih diunggulkan, faktor tropis juga sangat menentukan dan belum lagi perjalanan yang melelahkan sepanjang 9,000 mil di sepenjuru Brasil. Pertandingan perdana melawan Ghana merupakan pertemuan yang ketujuh di ajang Piala Dunia secara beruntun pada 16 Juni mendatang di Natal. Ghana juga sempat menyingkirkan mereka pada Piala Dunia 2006 dan 2010. Hanya berselang enam hari saja, skuad asuhan Klinsmann akan menghadapi Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya di kawasan hutan tropis Amazon di Manaus. Dan Amerika hanya memiliki masa istirahat selama tiga hari saja sebelum kembali menutup fase Grup G pada 26 Juni melawan Jerman di Recife.

“Saya sangat beruntung masih diberikan kesempatan untuk bekerja, mengingat kami telah bekerja lebih dari dua tahun setengah,” harap Klinsmann. “Tentu saja sangat menarik bisa terus melangkah dengan baik, dan kami akan melanjutkan perbaikan di segala sektor, yang dapat memajukan perkembangan kami. Tugas sebagai direktur teknik juga merupakan sebuah tantangan besar bagi saya dan kesempatan ini tentu saja berkaitan dengan tim yunior dan senior, sekaligus juga pendidikan kepelatihan, perkembangan tim akademi dan upaya masyarakat di negara ini.”