Laporan Amnesti Internasional Terhadap Qatar

Laporan Amnesti Internasional Terhadap Qatar

Laporan Amnesti Internasional Terhadap Qatar

Qatar gagal untuk menunjukkan bahwa negara mereka aman. Bahkan tidak hanya itu Qatar juga gagal dalam tes kondisi kehidupan yang layak serta pekerjaan yang baik. Lebih-lebih untuk warga negara asing. Qatar menurut laporan terakhir Amnesti Internasional, sebuah lembaga dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menguji seberapa layak sebuah negara disebut menjadi sebuah negara yang patut ditinggali karena tingkat keamanan yang luar biasa serta kehidupan yang sejahtera. Amnesti Internasional mengatakan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut sampai maksimal tahun 2020, mereka akan memaksa FIFA untuk membatalkan rencana bahwa Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan menggantinya dengan negara lain. Sebuah malapetaka bagi Qatar jika hal tersebut terjadi.

Padahal Qatar sudah mempersepsikan negara mereka sebagai salah satu negara yang siap menyongsong abad ke-21. Mereka juga mempromosikan bahwa negara mereka adalah negara yang paling aman di antara negara-negara Arab dan kebih khusus lagi adalah negara-negara teluk. Imaji yang terbentuk kepada orang-orang di luar sana yang pada akhirnya hanya bisa menonton melalui televisi ataupun berbagai video yang tersebar di YouTube adalah Qatar sebagai negara yang memperhatikan keamanan dan sangat modern. Silahkan saja coba cari sendiri di YouTube bagaimana secara imajinatif dan mengesankan Qatar menampilkan sebuah impresi yang luar biasa bagi para penonton yang tidak bisa datang ke Qatar secara langsung.

Laporan Amnesti Internasional terhadap Qatar memiliki tebal 150 halaman dan berjudul “Sisi Gelap Migrasi: Studi Mengenai Pembangunan di Qatar Menjelang Piala Dunia” Laporan ini mengungkap semua data dan fakta yang terjadi di lapangan. Amnesti Internasional sendiri sudah bergerak di Qatar selama 2,5 tahun. Mereka akan terus berada di Qatar untuk tiga sampai lima tahun lagi melihat perkembangan yang terjadi. Laporan tersebut juga memuat rekomendasi sejumlah regulasi dan kebijakan kepada pemerintah Qatar agar bisa membuat negara mereka lebih baik lagi secara indeks nilai pada Amnesti. Sekretaris Jendral Amnesti Internasional, Sail Shetty secara singkat menyatakan siap membantu pemerintah Qatar jika memang diminta.

Laporan Amnesti ini secara deskriptif juga memuat penawaran untuk sebuah roadmap bagi Qatar jika ingin diadopsi secara cepat untuk mengembalikan kepercayaan dunia internasional. Qatar sebenarnya bisa saja dengan mudah mengambil rekomendasi tersebut. Tetapi, entah apa yang ada dalam pikiran para pemimpin kebijakan Qatar. Satu hal yang jelas sampai saat ini tidak ada tanda-randa perbaikan yang menggembirakan yang dilakukan baik oleh pemerintah secara umum maupun penyelenggara Piala Dunia 2022 secara khusus. Penunjukkan Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 memang pada akhirnya telah membawa sejumlah perubahan global terhadap Qatar tetapi ini juga menimbulkan bahaya laten jika tidak segera diselesaikan.