Sepp Blater dan Protes Masyarakat Brazil

Piala Dunia 2014

Sepp Blater dan Protes Masyarakat Brazil

Jadwal World Cup -  Mungkin terlalu awal untuk membicarakan ini, tapi dengan telah berlangsungnya Piala Konfederasi selama beberapa hari dan Piala Dunia yang akan berlangsung dalam beberapa bulan kedepan, ada sedikit kesan bahwa Sepp Blater telah salah dalam menanggapi isu kotra-revolusi masyarakat Brazil.

Saat tulisan ini dibuat, FIFA telah meminta dukungan dari CIA dalam hal keamanan dan keuangan. Tapi dengan protes yang berlangsung di Brazil yang menunjukkan tanda-tanda perkembangan, serta makin menunjukkan kesan bahwa protes terjadi kalau uang pemerintah telah dihamburkan begitu banyak demi turnamen FIFA, bertambah lebih buruk saat mengetahui kalau anggaran yang dikeluarkan untuk Piala Dunia tidak sebanyak perawatan kesehatan masyarakat dan pendidikan. Apa yang dia lakukan, misalnya, tentang slogan yang selalu dibawa-bawa saat protes berlangsung : “Standar FIFA”, yang digunakan dalam proses penyelanggaraan Piala Dunia. FIFA tak dapat menerima pelayanan public yang buruk dalam sistem transportasi maysarakat Brazil, hingga negara harus menggelontorkan dana dalam puluhan juta dollar hanya untuk membenahi ssitem transportasi. Kedatangan Blater di Brazil pada pertandingan hari Minggu dan tadi pagi diiringi dengan pengamanan yang sangat ketat dari detik ke detik. Meski rencana Blatter untuk mengembalikan turnamen Piala Dunia ke negara yang menjadi rumah bagi trofi Piala Dunia merupakan rencana yang spektakular, tapi pengambilan keputusan kurang tepat. Terjadi miskalkulasi dan pembentukan organisasi penyelenggara yang belum siap. Mungkin tidak pantas untuk menyempaikan pendapat ini dalam bentuk humor, mengingat situasi yang berkembang, tapi kenyataan bahwa FIFA sedang mengalami revolusi seperti Arab Spring, dan peristiwa ini dimulai di Brazil – semua tempat dari Brazil – pembentukan opini bahwa Brazil adalah tanah sepakbola makin menjelaskan betapa pentingnya protes yang dilaksanakan oleh masyarakat Brazil. bayangkan saja, protes terhadap turnamen terbesar FIFA, sebagai induk organisasi sepakbola terbesar di dunia, ternyata berlangsung di Brazil! negeri yang terkenal sebagai pecinta sepakbola dalam urat nadi mereka. Artinya situasi disana sangat genting, dan faktor penyebab semua itu adalah turnamen Piala Dunia.

Protes masyarakat Brazil yang sedang berlangsung saat ini memberikan gambaran. Jujur, siapa yang tak terkejut saat melihat negara yang biasanya apatis, dan terbiasa menari samba dengan telanjang kaki ternyata memiliki kekecewaan melihat kebodohan  yang dilakukan oleh pemerintah Brazil sepert korupsi dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendapatkan sesuatu seperti yang diharapkan. Patah hati yang dialami oleh masyarakat yang dianggap sebagai pemilik sepakbola menggambarkan kondisi sebenarnya dan kejahatan seperti apa yang diperbuat oleh FIFA. Meskipun masyarakat Brazil tetap melantunkan dukungan pada aksi Neymar dan kawan-kawan, mereka juga konsisten memprotes. Kelakuan FIFA yang menciptakan negara didalam negara dengan menyedot anggaran yang luar biasa besar dari tuan rumah turnamen. Lantas mendapatkan keuntungan sangat besar, kelakuan FIFA sama dengan ICO, mereka memaksa negara penyelenggara untuk menciptakan wahana baru yang istimewa. Wahana-wahana mahal yang diciptakan tak bisa berfungsi untuk waktu yang lama. Setelah turnamen usai, IOC dan FIFA akan pergi dan mencari daging segar untuk mereka hisap kembali. Pertanyaannya adalah, apakah IOC masih mendapatkan sesuatu di Olimpiade Rio 2016 setelah FIFA menghisapnya habis di tahun 2014? Yang pasti Sepp Blatter tahu dengan jelas bahwa dia tidak akan mendapatkan protes serupa selama pegelaran Piala Dunia di Qatar dan Rusia, seperti IOC yang tidak mendapatkan protes apapun di Beijing tahun 2008.