Sepp Blatter Kecam Tuan Rumah Brasil

Sepp Blatter Kecam Tuan Rumah Brasil

Sepp Blatter Kecam Tuan Rumah Brasil

Presiden FIFA Sepp Blatter mulai gerah dan tidak senang dengan sikap Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Betapa tidak, dari tenggat waktu yang sudah ditentukan, bebrapa kali mereka belum juga siap mengingat perhelatan akbar empat tahunan ini akan segera berlangsung dalam hitungan bulan saja. Mungkin sedikit bencana bagi FIFA apabila benar-benar pada akhirnya Brasil terkesan mengejar waktu dan berjalan sangat lambat, membuat segala sesuatunya menjadi kacau. Baik dari segi persiapan stadion yang kerap kali sudah memakan korban jiwa yang cukup banyak untuk sebuah pembangunan.

Salah satu aksi kecaman Blatter adalah, walaupun Brasil merupakan negeri yang perkembangan sepakbolanya bagaikan menghasilkan mesin uang karena sejumlah pemain-pemain muda bertalenta, namun giliran ditunjuk sebagai tuan rumah, mereka seakan lebih lambat dan hal ini yang sedikit mengecewakan sang presiden dan berbeda dibandingkan dengan pihak tuan rumah yang sebelumnya sudah ditunjuk. Enam dari 12 stadion yang ditunjuk sebagai pihak penyelenggara gagal untuk memenuhi tenggat waktu yang sudah ditentukan FIFA pada 31 Desember lalu, sementara persiapan tempat tinggal para atlet sepakbola, kemudian transportasi dari bandara dan jalan yang dipersiapkan juga semua mengalami penundaan.

Ketika ditanyakan apakah Brasil menyadari bahwa skala prioritas yang sudah ditentukan, presiden FIFA itu mengatakan kepada surat kabar Swiss, 24 Heures: “Tidak. Bahkan Brasil sepertinya baru menyadari dan masih harus bekerja lebih keras lagi. “Tidak ada satu negara pun yang terlambat dari masa persiapan yang sudah ditentukan sejak saya menjadi ketua FIFA, walau pihak tuan rumah tunggal memiliki waktu persiapan yang jauh lebih lama – tujuh tahun – dari masa penunjukan itu.” Blatter, pada Desember mengaku bahwa tidak ada rencana lain, dan menganggap masa persiapan selama tujuh tahun bagi Brasil seperti tidak berjalan dengan maksimal sejak dipilih menjadi pihak penyelenggara, karena di beberapa tuan rumah sebelumnya hanya diberikan jatah waktu enam tahun atau kurang.

Bahkan bila mendengar hal ini cukup ironis. Tiga dari stadion yang akan digunakan nanti sepertinya belum akan rampung pada April mendatang, termasuk Itaquera Arena di Sao Paulo, yang akan menggelar pertandingan tuan rumah Brasil melawan Kroasia pada 12 Juni. Pemerintah Brasil konon memberikan jaminan bahwa proses keseluruhan akan rampung pada Februari mendatang, hanya bagi FIFA untuk memberikan konfirmasi lebih lanjut pada tenggat waktu 15 April. Pada kejuaraan Piala Konfederasi musim panas lalu, yang juga diselenggarakan di Brasil, lebih banyak didominasi aksi protes oleh para demonstran, dan Blatter menganggap kejuaraan musim panas nanti juga akan mengalami hal yang sama.

“Saya seorang yang optimis dan bukan sebaliknya. Karena itu saya tidak khawatir sama sekali,” ungkap Blatter. “Tetapi kami tentunya tidak tahu gelombang para demonstran di sana seperti apa. Karena selama perhelatan Piala Konfederasi – di negara yang sama – lebih banyak didominasi oleh jaringan sosial. “Selama perhelatan itu berlangsung tidak banyak tujuan yang mereka inginkan, namun saya yakin saat Piala Dunia berlangsung gelombang demonstran akan meningkat pesat dan mungkin jauh lebih nyata dan terorganisir dengan baik. Namun saya yakin sepakbola aman dari hal ini, karena saya tidak yakin masyarakat Brasil akan menyerang salah satu olahraga paling populer di negaranya. Karena sepakbola adalah agama bagi mereka.”

Blatter kemudian juga mengungkapkan bahwa ia siap untuk menjadi presiden FIFA kembali pada pemilihan 2015. Ia mengatakan: “Saya sama sekali tidak dapat menjawab ya atau tidak, karena mudah saja bagi saya, selama kondisi memungkinkan, maka tidak ada halangan bagi saya untuk terus melanjutkan pekerjaan ini.”